Indonesia, negara demokrasi dimana masyarakatnya memiliki partisipasi yang tinggi untuk menentang dan memprotes keputusan pemerintah, terutama yang mereka bilang akan merugikan mereka. Walaupun sebenarnya sebagian besar masyarakat belum sepenuhya mengerti latar belakang mengapa pemerintah membuat keputusan tersebut. Mereka selalu berfikir pendek dan memprotes dengan dalil andalan mereka seperti; itu menyengsarakan rakyat, itu hanya menambah lahan korupsi, itu hanya untuk kepentingan partai politik, ini itu dan semuanya berbau negatif.
Aksi demonstrasipun muncul dimana - mana, berkuak - kuak berteriak membela rakyat. Dan anehnya banyak sekali yang simpati terhadap aksi demo tersebut. Apalagi Indonesia memiliki sepuluh televisi swasta besar yang menyiarkan aksi - aksi demo tersebut ( mungkin sebagian menambahkan sedikit bumbu - bumbu komersial ). Mengapa mereka menambahkan sedikit bumbu komersial kedalam acara mereka ? Mereka melakukan hal tersebut untuk menaikkan rating acara - acara mereka. Karena, jika berita yang disiarkan semakin seru, semakin banyak yang berdebat, makin banyak konflik dan pertentangan (masyarakat:pemerintah), maka akan semakin banyak yang mau menonton acara mereka dan otomatis rating acara mereka akan melejit naik.
Belakangan ini Indonesia dibuat ramai oleh perubahan yang dilakukan pemerintah, apalagi kalau bukan mengurangi subsidi BBM. Harga BBM yang semula Rp.4500 kini menjadi Rp.6000. Banyak sekali masyarakat yang merasa ketakutan. Takut harga bahan - bahan pokok naik, takut tarif angkutan umum naik, takut ini, takut itu, dan masih banyak lagi ketakutan yang mereka rasakan.
Inilah Indonesia sekarang yang memandang sebuah perubahan dengan sebelah mata, sehingga yang ada di benak kita hanyalah ketakutan ketakutan. Kalau ini terus dibiarkan terjadi, maka bangsa ini bisa dikatakan sebagai bangsa yang secara tidak langsung tidak mau keluar dari zona nyaman dan belum siap menyongsong perubahan.
Banyak sekali yang mengaku pro terhadap perubahan, didalam hati kecil mereka pasti ingin agar bangsa Indonesia berubah kearah yang lebih baik. Tapi, giliran ada sedikit perubahan saja, akal sehat mereka langsung hilang. Timbullah protes, demonstrasi, dan yang paling ramai yaitu langsung melontarkan fitnah terhadap pemerintah "ini hanya untuk kepentingan orang - orang tertentu" dan sekarang mari kita renungkan apa yang membuat mereka mau panas - panasan, teriak - teriak kalau bukan untuk kepentingan mereka sendiri. Kita boleh mengatakan bahwa pemerintah itu egois, tapi lihatlah siapa yang lebih egois dari pemerintah ?. So It's Time to Change !.
Ingat tidak ada perubahan yang langsung bagus dan sempurna, semuanya pasti ada hambatan, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Mau anarkis atau mau berprasangka baik dan kompak antara golongan paling bawah hingga ke atas, semua tergantung kita, tinggal pilih mana kira - kira yang baik.











9 komentar:
Bukan tidak ingin berkomentar, hanya saja saya malas mendengar politik. Apalagi politik Indonesia..
Ini bukan hanya soal politik ke'. Tapi kita ngga bisa nutup2in kl mendengar kata "politik" yang terbayang pasti yang buruk-buruk. Seperti kesemberautan, kecurangan, korupsi dll. Terima Kasih Inke :)
nice post. Pro dan kontra akan terus ada.
tiba-tiba kuping ini gatel gara-gara baca tentang politik
wah, politik politik
wah, politik politik
semua berkempentingan
Ya. asal tetap asertif, biar imbang.
Ya apapun itulah... untuk masalah yang satu ini saya tidak ikut campur.. hehe
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bahasa yang baik, sopan, santun, dan tidak mengandung unsur SARA dan Pornografi. ---Admin---