Senin, 19 Agustus 2013

Zaman Ngeksis

Di zaman yang serba connected sekarang ini, orang-orang berebut untuk menjadi terkenal, menunjukkan pada dunia bahwa dia ada. Bahkan ingin dianggap bahwa dia adalah orang hebat, disukai banyak orang, memiliki banyak penggemar, berprestasi, ingin dipuji, dan ingin menunjukkan bahwa ia lebih baik dari orang lain, semuanya bersifat duniawi dan semuanya hanya untuk kepuasan dirinya semata. Ketika hal itu tidak mampu diwujudkan, maka ia akan mencari alternatif lain untuk membuatnya merasa puas akan dirinya.

Social media memiliki pengaruh besar pada peradaban ini, dimana kita memiliki akses yang sangat luas. Kita bisa nge-tweet artis, pejabat, atau orang-orang terkenal lainnya, dan dapat balasan lagi. Interaksi yang begitu luas dan akses kepada siapa saja, baik yang kita kenal ataupun tidak, memungkinkan pengaruh yang datang kepada kita semakin banyak, pilihan pun semakin banyak, dan makin hari makin kompleks.

Jika kita bicara soal social media, yang kini banyak digunakan oleh generasi muda, walaupun bukan untuk berinteraksi dengan teman sebaya atau mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Tapi seperti yang saya katakan diawal tadi, orang-orang berebut untuk menjadi terkenal, atau paling tidak ingin dianggap terkenal walaupun sebenarnya belum mempunyai prestasi. Contoh kecilnya pada social media sepeti twitter, pernah teman saya mention ke twitter saya (@agetrasugandi) bahwa persaingan di dunia twitter sekarang adalah paling sedikit following, dan paling banyak followers.

Ketika seseorang yang biasa-biasa saja, sudah mem-follow banyak orang tapi followersnya tetap sedikit, karena ini adalah era-ngeksis, ia pasti tidak mau dianggap kurang populer. Ia melakukan segala cara agar ia terlihat cukup populer, dan jasa-jasa memperbanyak followers mulai bermunculan. Bukan hanya di twitter, pada social media lain seperti facebook juga bermunculan jasa-jasa menambah teman dan auto like misalnya.

Bahkan baru-baru ini muncul lagi jasa menaikkan viewers youtube, dan mungkin sudah banyak yang menggunakan jasa-jasa seperti itu. Entah apa tujuan sebenarnya dari semua itu, ini mungkin sebuah obsesi yang kuat untuk menjadi terkenal se-terkenal artis idolanya. Walaupun prestasi antara dia dan artis idolanya berbeda jauh.

Semua menginginkan kepopuleran, walaupun itu hanya sebuah kepupoleran yang bersifat semu. Tapi, inilah realita yang sedang terjadi ditengah-tengah masyarakat kita sekarang, terutama generasi muda.

AGITRA SUGANDI

♥ CONSIDER SHARING THIS POST WITH YOUR FRIENDS IF YOU LIKE IT ♥
Facebook Twitter StumbleUpon Digg Delicious Reddit Technorati Mixx Linkedin
[Get this Widget]

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang baik, sopan, santun, dan tidak mengandung unsur SARA dan Pornografi. ---Admin---